Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DBS Indonesia Ungkap Peluang Investasi di Tengah Ketidakpastian Global

Bank DBS Indonesia menggelar DBS Insights Forum 2026 bertema 'A New Lens on a Multipolar World' untuk membantu nasabah private dan priority banking menavigasi ketidakpastian ekonomi global. Forum ini menghadirkan empat sesi yang membahas dampak geopolitik AS-Tiongkok, peran Indonesia di tengah dinamika global, warisan generasi penerus, dan pendekatan non-tradisional dalam pengelolaan kekayaan. Acara ditutup dengan Gala Dinner tema 'The Future Growth of Indonesia' yang menghadirkan para pakar dari Charta Politica, Eastspring Investment, dan lainnya. Menurut analis, ketidakpastian global dipengaruhi oleh pergeseran politik global dan terpilihnya kembali Donald Trump, namun Asia tengah sebagai pusat pertumbuhan baru dengan 65% dominasi ekspor komponen AI. Indonesia dinilai belum optimal dalam memanfaatkan peluang ini, bahkan tidak masuk dalam 20 besar ekspor AI. Para pakar menekankan tiga sektor yang layak diperhatikan: komoditas, konsumer, dan telekomunikasi. William Simadiputra menyoroti pentingnya alokasi portofolio ke sektor AI sebagai strategi melawan inflasi, meskipun pertumbuhan data center skala besar menuntut kesiapan infrastruktur energi jangka panjang. Steven Yudha menambahkan bahwa pasar modal Indonesia masih memberikan ruang pertumbuhan yang sehat karena belum terlalu ramai, sekaligus menegaskan pentingnya kepastian kebijakan untuk meningkatkan partisipasi investasi swasta. DBS menegaskan komitmennya melalui layanan DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client, didukung oleh Best Chief Investment Office by The Asset dan rekomendasi strategis dari para ahli. Upaya ini bertujuan membantu nasabah mengambil keputusan finansial yang lebih terinformasi, mulai dari pengelolaan aset hingga perencanaan suksesi keluarga. Bank ini juga berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi seperti Indonesia's Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia.", "tags": ["investasi", "ekonomi global", "dbs indonesia", "kebijakan moneter", "pengelolaan kekayaan"]}</arg_value></tool_call>

Berita terkait