Dedi Mulyadi Ingin Pengusaha Data Center Tak Sedot Air dari Jatiluhur: Beli Saja dari PDAM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar proyek pusat data BDx Data Centers di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Jatiluhur. Ia menekankan agar kebutuhan air operasional pusat data dipenuhi melalui pembelian resmi dari PDAM. Hal ini dilakukan karena proyek dengan kapasitas listrik 640 MW ini membutuhkan air sekitar 33.000 meter kubik per hari atau sekitar 384 liter per detik untuk sistem pendingin cairnya. Dedi khawatir kebutuhan air besar ini dapat mengganggu pasokan air bagi masyarakat dan sektor pertanian di sekitar lokasi proyek. Ia juga meminta agar keuntungan dari transaksi air tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan air kepada masyarakat umum. Proyek ini dibangun di lahan sekitar 11 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun. Dedi menegaskan bahwa isu ketersediaan air harus diselesaikan sebelum proyek berkembang lebih jauh, agar tidak menjadi sumber konflik di kemudian hari.
Bagikan
Berita terkait
Gangguan Aliran Air di 8 Wilayah Kota Bogor Telah Diperbaiki, Kembali Normal
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 15.39
Air PDAM di Semarang Keruh, Apa Penyebabnya?
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 09.25
Data CenterJatiluhur Stop Sementara, Dampak Lingkungan Jadi Sorotan
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.30
AMDAL Belum Jadi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akhirnya Stop Proyek Data Center Jatiluhur
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 02.40