Dedi Mulyadi Soal Wacana Menjadi Duetnya Gibran: Mikir Besok Punya Pacar atau Tidak Aja...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menolak membahas spekulasi dirinya sebagai pendamping Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2029. Dedi menyatakan belum memikirkan kontestasi politik tersebut dan lebih fokus pada pekerjaannya sebagai gubernur. Ia mengatakan, 'Mikir besok punya pacar atau tidak aja belum kepikiran,' menunjukkan minimnya minatnya terhadap isu politik nasional saat ini. Dedi menekankan bahwa targetnya adalah menjadi gubernur yang sukses, bukan berbicara tentang masa depan politiknya.
Survei terbaru yang dilakukan oleh Median pada September 2026 menunjukkan Prabowo Subianto unggul dengan 32,2 persen elektabilitas dalam simulasi terbuka calon presiden. Dedi Mulyadi berada di posisi kedua dengan 19,8 persen, diikuti Anies Baswedan dengan 19,5 persen. Gibran Rakabuming Raka hanya meraih 2 persen dukungan. Dalam simulasi semi terbuka, angka-angka tersebut sedikit berubah, dengan Prabowo tetap di puncak (32,4 persen), Dedi (20,6 persen), Anies (20,5 persen), dan Gibran (2,6 persen).
Survei ini dilakukan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan mencerminkan dinamika elektabilitas calon presiden potensial sebelum proses politik intensif menuju Pemilu 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 17.41
Soal Peluang Duet dengan Gibran di Pilpres 2029, Dedi Mulyadi: Mikir Punya Pacar Saja Belum
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 17.25
Dedi Mulyadi Jawab Isu Capres-Cawapres dengan Gibran di 2029
Berita terkait
Dedi Mulyadi Lebih Ingin Menjadi Gubernur Sukses Dibanding Jadi Duetnya Gibran di Pilpres 2029
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 01.00
Mau Duet dengan Gibran, Dedi Mulyadi Malah Kecilkan Nilai Politiknya
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 11.50
Elektabilitas Cuma 2%, Dedi Mulyadi Tak Butuh Gibran di Pilpres 2029
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 11.30
Bikin Peta Politik Memanas! Wacana Duet Gibran-KDM Buatan Jokowi Mulai Terbongkar, Ini Kata Budi Arie
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.08