Demand Rumah Tapak di Greater Jakarta Masih Stabil, Segmen Rp 600 Juta ke Atas Paling Banyak Dicari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Permintaan rumah tapak di Greater Jakarta pada semester I 2026 mencapai sekitar 3.900 unit, dengan peluncuran baru sekitar 3.500 unit dan tingkat penjualan kumulatif mencapai 90 persen. Meskipun pasar properti menghadapi ketidakpastian ekonomi, sektor rumah tapak tetap stabil dan dianggap cukup tahan terhadap fluktuasi pasar. Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat bahwa rumah dengan harga di atas Rp 3 miliar juga meningkat signifikan, menyumbang sekitar 19 persen dari total permintaan.
Salah satu tren yang terlihat adalah pergeseran preferensi konsumen terhadap jumlah kamar tidur. Pada semester I 2025, rumah tiga kamar tidur paling banyak diminati dengan porsi 39 persen. Namun, pada semester I 2026, rumah empat kamar tidur menjadi tipe paling populer. Perubahan ini didorong oleh kelengkapan fasilitas di kawasan hunian terpadu (township) seperti komersial, rumah sakit, sekolah, dan infrastruktur yang menduktingi kenyamanan konsumen, terutama kelompok usia muda.
Segmen rumah dengan harga Rp 600 juta ke atas masih menjadi yang paling banyak dicari. Permintaan rumah tiga hingga empat kamar tidur tetap kuat meskipun luas bangunan tidak selalu menjadi faktor utama. Konsumen semakin menekankan pada kelengkapan fasilitas dan lokasi strategis di dalam township.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 16.14
Pasar Rumah Tapak Masih Kuat, Tingkat Penjualan Tembus 90% di Semester I 2026
Berita terkait
Summarecon Bogor Kembangkan Kawasan 500 Hektare, Fasilitas Komersial Terus Diperluas
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 21.15
PPRO Raih Dua Penghargaan, Perkuat Reputasi di Industri Properti
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 22.25
PPRO Raih 2 Penghargaan di Bidang Properti
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.00
Emiten Properti Ini Jual 7 Anak Usaha Sekaligus, Raup Duit Rp1,3 T
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 12.45