Pasar Rumah Tapak Masih Kuat, Tingkat Penjualan Tembus 90% di Semester I 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar rumah tapak di Indonesia menunjukkan daya tarik kuat di semester I 2026 dengan tingkat penjualan mencapai 90 persen. Menurut riset JLL Indonesia, sekitar 40.000 unit dipasarkan di berbagai township, dengan 3.500 unit diluncurkan di kuartal II. Permintaan tertinggi tercatat di kawasan dengan akses transportasi baik dan fasilitas lengkap (mall, sekolah, rumah sakit). Total permintaan mencapai 3.900 unit. Terjadi pergeseran preferensi: tipe 4 kamar tidur kini mendominasi, menggantikan tipe 3 kamar yang menguasai 39 persen pasar di semester I 2025.
Sektor kondominium menunjukkan dinamika berbeda. Penjualan kuartal II tercatat sedikit di atas 100 unit, naik dari kuartal sebelumnya. Permintaan kuat datang dari proyek yang sudah selesai atau hampir selesai, namun kuartal II didorong peluncuran proyek baru dari pengembang bereputasi kuat. Lebih dari 330 unit baru diluncurkan, jumlah tertinggi semester I sejak 2020. Jakarta Selatan mendominasi pasokan (~50 persen). Unit kelas menengah dan bawah menguasai ~90 persen pasar, premium hanya ~10 persen. Harga relatif stabil, dengan kenaikan tipis pada segmen mewah. Tingkat penjualan kondominium keseluruhan berada di 82 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.00
Demand Rumah Tapak di Greater Jakarta Masih Stabil, Segmen Rp 600 Juta ke Atas Paling Banyak Dicari
Berita terkait
Properti Residensial RI Melambat, Pinhome Bongkar Wilayah yang Masih Tinggi Peminat
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 18.18
Cetak Sejarah di AS, Remaja Thailand Dihadiahi Kondominium Konglomerat
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 21.00
Sinar Mas Land Dinobatkan sebagai Developer of the Year Indonesia 2026
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 18.41
Linktown Sabet Best Digital Real Estate Agent, Penjualan Tembus Rp2,27 Triliun
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.20