Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Di Balik Video Ketum Projo Budi Arie, Jokowi Sinyalkan Dirinya Tak Perlu Prabowo

Video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang membahas kemungkinan perubahan politik sebelum pemilu 2029 dinilai mengandung sinyal politik terkait hubungan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sinyal bahwa kubu mantan presiden merasa memiliki modal politik sendiri dan tidak harus bergantung pada Prabowo. Ray menyebut pernyataan ini sebagai bentuk "soft declaration" yang mengindikasikan kemungkinan perpisahan politik antara Jokowi dan Prabowo menjelang Pemilu 2029.

Menurut Ray, bagian video yang viral justru mengandung substansi penting namun juga berpotensi berbahaya secara politik. Ia menekankan bahwa kelompok di lingkaran politik mantan presiden masih memiliki sumber daya dan amunisi untuk menentukan arah politik mereka sendiri. Pernyataan Budi Arie tentang kemungkinan percepatan pemilu juga mendapat perhatian, di mana ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

Budi Arie kemudian memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya. Namun, Anggota Tim Kuasa Hukum Gerakan Cinta Prabowo Dony Endrassanto menyatakan bahwa pihaknya telah melaporkan Budi Arie kepada Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri atas dugaan makar dan penghasutan, yang diterima oleh penyidik sesuai Pasal 193 Juncto Pasal 246 KUHP.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait