Di KTT BRICS, Prabowo Ungkap Kekayaan Mineral RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berpidato di KTT BRICS 2026 dan menekankan pentingnya mengubah kerentanan alam menjadi peluang. Sebagai negara kepulauan di Cincin Api Pasif, Indonesia menghadapi berbagai risiko seperti naiknya permukaan laut, cuaca ekstrem, dan gunung berapi aktif. Namun, Indonesia juga menyimpan kekayaan mineral kritis, unsur tanah jarang, sumber daya untuk teknologi bersih, dan hutan yang berperan sebagai paru-paru dunia.
Prabowo menjelaskan bahwa kekayaan alam ini menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan iklim dan mendukung pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa bencana alam sebaiknya dilihat sebagai peluang untuk memperkuat ketahanan dan kerja sama internasional. Menurutnya, perubahan iklim, ketahanan pangan, dan pembangunan nasional saling terkait erat.
Di sisi lain, Prabowo menyampaikan bahwa negara-negara BRICS memiliki peran penting dalam menyatukan sumber daya alam, kapasitas produktif, teknologi, dan pasar. Dengan kolaborasi yang efektif, kelima negara anggota BRICS dapat menciptakan dampak signifikan bagi stabilitas dan pertumbuhan global, terutama dalam mendukung transisi energi dan inovasi teknologi hijau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 18.00
Prabowo di BRICS: Negara Berkembang Jangan Cuma Jadi Penonton
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 17.20
Prabowo Bongkar 4 Jurus Hadapi Tantangan Global di Hadapan Para Pemimpin BRICS
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 17.15
Presiden Prabowo Sebut BRICS Punya Modal Bangun Abad Hijau
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 16.14
Presiden Prabowo: BRICS Berperan Perkuat Suara Global South Bentuk Masa Depan Dunia
Berita terkait
Prabowo Minta Suara Global South di BRICS Didengar: Kita Harus Lampaui 2030
Detik.com · 13 September 2026 pukul 16.20
Prabowo Tegaskan Perdagangan dan Mata Uang Tak Boleh Dipersenjatai
Liputan6.com · 13 September 2026 pukul 15.30
Hari ke-2 KTT BRICS, Prabowo Dorong Ketahanan dan Pertumbuhan Global Inklusif
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 15.09
Prabowo di BRICS: Institusi Keuangan Internasional Harus Lebih Berpihak ke Negara Berkembang
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 12.56