Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Di Tengah Rumor Akuisisi, Fundamental BCA Justru Jadi Sorotan

Di tengah munculnya rumor akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) oleh pengusaha Haji Isam, pasar sempat reaktif. Namun, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan pentingnya investor merujuk pada informasi material dari sumber resmi perusahaan dan menganalisis fundamental sebelum menarik kesimpulan. Menurutnya, tidak semua transaksi di bursa harus langsung dikaitkan dengan aksi korporasi, melainkan perlu ditelusuri berdasarkan pihak yang bertransaksi, harga, volume, dan keterbukaan informasinya.

Fundamental BCA justru menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada semester I 2026, BCA mencatatkan laba bersih Rp29,5 triliun, dengan pertumbuhan kredit sebesar 8% secara tahunan mencapai Rp1.036 triliun. Struktur pendanaan juga dinilai sehat, ditopang dana murah (CASA) sebesar 84,3% dari total dana pihak ketiga, yang senilai Rp1.082 triliun atau naik 10,2% dari periode sebelumnya. Kualitas aset tetap terjaga dengan NPL sebesar 1,9% dan LAR sebesar 4,9%.

Sejak 2024 hingga 2025, BCA konsisten membukukan laba bersih yang tumbuh, yakni dari Rp54,8 triliun (2024) menjadi Rp57,5 triliun (2025). Penyaluran kredit juga mengalami peningkatan dari Rp922 triliun (2024) menjadi Rp993 triliun (2025). Untuk menjaga stabilitas harga saham, BCA juga mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun dalam kurun waktu Maret 2026 hingga Maret 2027.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait