Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Fundamental Jadi Pegangan Investor di Tengah Spekulasi Pasar, Ini Kata Analis

Di tengah beredarnya berbagai aksi korporasi dan spekulasi pasar, investor perlu kembali fokus pada fundamental perusahaan sebagai pegangan utama dalam mengambil keputusan investasi. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan pentingnya mengacu pada informasi material yang disampaikan melalui sumber resmi perusahaan, terutama ketika muncul rumor yang berpotensi memengaruhi persepsi pasar. Menurutnya, konfirmasi dari perusahaan penting untuk memastikan informasi yang beredar telah terverifikasi, sehingga investor dapat membedakan antara informasi material yang terkonfirmasi dan spekulasi pasar.

Nafan juga menyarankan agar investor tidak hanya melihat besarnya transaksi saham, tetapi juga menelusuri aktivitas perdagangan berdasarkan pihak yang bertransaksi, harga, volume, dan keterbukaan informasi terkait. Dengan menggabungkan berbagai sumber informasi, termasuk kinerja fundamental emiten, investor dapat menilai kondisi perusahaan secara lebih lengkap.

Untuk sektor perbankan, Nafan menyebutkan beberapa indikator fundamental penting seperti pertumbuhan kredit, profitabilitas, kualitas aset, dan komposisi dana murah. Sebagai contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang baru saja menjadi sorotan pasar akibat rumor akuisisi, justru menunjukkan ketahanan fundamental. Pada semester I 2026, BCA mencatatkan laba bersih Rp29,5 triliun dengan pertumbuhan kredit 8% secara tahunan menjadi Rp1.036 triliun. Struktur pendanaannya juga solid dengan dana murah (CASA) mencapai 84,3% dari total dana pihak ketiga, sekaligus tumbuh 10,2% menjadi Rp1.082 triliun. Kualitas asetnya terjaga dengan NPL sebesar 1,9% dan LAR 4,9%.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait