Dibongkar UGM! Ternyata Jokowi Bukan S1 Langsung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Riwayat akademik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menarik perhatian, terutama terkait sistem pendidikan yang berlaku saat ia mulai kuliah pada 1980. Menurut Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, pada masa itu kampus masih menggunakan sistem berjenjang, di mana mahasiswa dapat terlebih dahulu mendapatkan gelar Sarjana Muda sebelum melanjutkan ke gelar Sarjana penuh.
Untuk memperoleh gelar Sarjana Muda, mahasiswa diwajibkan menyelesaikan 120 SKS dengan IPK minimal 2,00. Jokowi dikabarkan memenuhi syarat ini karena memiliki IPK di atas batas ketentuan. Setelah itu, ia menambah 40 SKS untuk menyelesaikan jenjang Sarjana. Dengan demikian, total perjalanan akademiknya terdiri dari 160 SKS.
Sigit menegaskan bahwa sistem berjenjang ini berbeda dengan struktur pendidikan Sarjana (S1) yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, pencatatan riwayat akademik mahasiswa era 1980-an bisa terlihat berbeda jika dibandingkan dengan lulusan sistem S1 modern.
Bagikan
Berita terkait
Meski Ijazah Masih Belum Dibuka, UGM Akui Jokowi Lulus dalam Dua Tahap Sarjana
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 05.30
Publik Belum Pernah Lihat, Dekan Kehutanan UGM Jelaskan Dokumen Yudisium Jokowi Masih Berupa Tulis Tangan
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 21.04
Soal Ijazah dan Gelar Sarjana Muda Jokowi, Dekan Kehutanan UGM: IPK Lebih dari 2.00
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 12.06
Rektor UGM sebut Kesuksesan Tak Diukur dari Selembar Ijazah
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.42