Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Diinginkan Haji Isam, tapi BYAN Dapat Status Khusus Ini dari BEI

PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi sorotan pasar setelah muncul rumor bahwa pengusaha Haji Isam berencana mengambil alih sekitar 62,25% saham perusahaan. Manajemen BYAN melalui Corporate Secretary Jenny Quantero menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi tersebut. BEI pun telah meminta penjelasan resmi kepada manajemen terkait kabar yang beredar di pasar.

Di tengah rumor tersebut, BEI menetapkan BYAN sebagai emiten dengan status High Shareholding Concentration (HSC) karena sekitar 98,50% sahamnya dikuasai oleh pemegang saham tertentu per 30 Juni 2026. Data KSEI menunjukkan Low Tuck Kwong menguasai 40,25%, Elaine Low 22%, dan Sumber Suryadaya Prima 10%. Saham free float BYAN hanya sekitar 21,29%, dengan jumlah investor yang turun menjadi 3.593 pada Juli 2026.

Status HSC berdampak pada keterbatasan BYAN dalam sejumlah indeks saham. BYAN tidak dapat menjadi konstituen IDX30, LQ45, maupun IDX80, dan juga tidak masuk dalam indeks MSCI. Meskipun demikian, penetapan status HSC tidak berarti BYAN melakukan pelanggaran aturan pasar modal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait