Dilema Anker: Lebih Takut Telat Kerja Dibanding Berdesakan di KRL
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9360169/original/002852600_1790593643-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_16.07.46.jpeg)
Alya, seorang pengguna KRL dari Stasiun Bojonggede ke Stasiun Sudirman, rela berdesakan di dalam kereta untuk menghindari keterlambatan ke tempat kerja. Ia harus transit di Stasiun Manggarai dan menemukan kereta selalu penuh di jam sibuk. Menunggu kereta berikutnya tidak viable karena selisih waktu hanya 2-3 menit yang berdampak pada keterlambatan hingga 20 menit. Alya memilih masuk ke dalam kereta meski harus mendorong penumpang lain. Ia berharap KRL dapat mengoperasikan rangkaian dengan 12 gerbong lebih banyak, terutama di jam sibuk, untuk mengurangi penumpukan penumpang di stasiun. Saat ini, banyak rangkaian yang masih menggunakan 8 gerbong, yang menyebabkan kepadatan tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.46
KAI Impor KRL Bekas dari Jepang, Begini Syarat yang Harus Dipenuhi
Detik.com · 27 September 2026 pukul 15.30
RI Mau Impor Kereta Bekas Jepang, Segini Kebutuhannya
Berita terkait
KRL Bogor-Jakarta Kota Terganggu, Transjakarta Kerahkan Bus Bantuan
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.32
KRL Makin Padat, Penumpang Tembus 1,1 Juta Sehari
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.20
Truk Mogok di Perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Banyak Penumpang Keluar KRL
Detik.com · 21 September 2026 pukul 21.16
KRL Green Line Tanah Abang Kembali Normal
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 07.05