Disebut Punya Finansial 'Tak Berseri', Pengamat Beberkan Alasan PSI Belum Goda Dedi Mulyadi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis Politik Selamat Ginting menilai PSI memiliki daya tarik besar bagi tokoh politik karena kekuatan finansial yang dianggap sangat besar. Namun, Presiden ke-7 RI Joko Widodo diperkirakan belum akan mengajak Dedi Mulyadi bergabung ke PSI guna menjaga hubungan politik dengan Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra.
Strategi Jokowi saat ini adalah menjaga Dedi Mulyadi tetap dalam orbit politiknya sebagai opsi pasangan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029 tanpa harus berpindah partai. Hal ini didukung oleh data survei Tempo Data Science dan SMRC yang menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi sangat kompetitif, mencapai 35-42 persen, melampaui angka Prabowo dalam beberapa simulasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.50
Jokowi Santai Merespons Wacana Ambang Batas Parlemen: Mau 5% Mau 8% Oke!
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.03
PSI Diprediksi Tetap Sulit Lolos ke Senayan meski Jokowi Sudah Pamer KTA
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.03
Sindiran Jubir PDIP ke Jokowi usai Pamer KTA PSI: Harusnya Ijazah
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 23.00
Jokowi Pamer KTA PSI, Jabatannya Masih Tanda Tanya
Berita terkait
Skenario Jokowi Dibongkar: Dedi Mulyadi Tetap di Gerindra, tapi Disiapkan Duet dengan Gibran
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 11.20
Mengapa Jokowi Belum Buru-buru Bawa Dedi Mulyadi ke PSI? Pengamat Ungkap Alasannya
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 10.50
Duet KDM-Gibran Ramai, Ini Sikap Dedi dan Respons Simpel Jokowi
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 17.03
PSI Tegaskan Instruksi Jokowi Masih Jelas: Kawal Prabowo-Gibran, Bahkan Sampai Dua Periode
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.53