Mengapa Jokowi Belum Buru-buru Bawa Dedi Mulyadi ke PSI? Pengamat Ungkap Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis politik Selamat Ginting menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo belum buru-buru menarik Dedi Mulyadi (KDM) dari Partai Gerindra ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, hal ini disebabkan karena Jokowi ingin menjaga baik hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang juga menjadi Ketua Umum Gerindra. Dengan tidak memaksa KDM beralih partai saat ini, Jokowi menghindari konflik politik yang dapat timbul di awal masa pemerintahannya. Ginting menambahkan bahwa strategi Jokowi saat ini lebih fokus pada mempertahankan KDM dalam orbit politiknya sebagai calon wakil presiden yang potensial untuk Pilpres 2029, terutama untuk dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka. Dengan demikian, komunikasi politik antara Jokowi dan KDM tetap terjalin meskipun KDM masih berada di Gerindra.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.50
Jokowi Santai Merespons Wacana Ambang Batas Parlemen: Mau 5% Mau 8% Oke!
kumparan · 28 September 2026 pukul 12.43
PSI Bicara Peluang Jokowi Jadi Ketum Usai Pamer KTA: Tunggu November
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.03
PSI Diprediksi Tetap Sulit Lolos ke Senayan meski Jokowi Sudah Pamer KTA
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.03
Sindiran Jubir PDIP ke Jokowi usai Pamer KTA PSI: Harusnya Ijazah
Berita terkait
Skenario Jokowi Dibongkar: Dedi Mulyadi Tetap di Gerindra, tapi Disiapkan Duet dengan Gibran
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 11.20
Disebut Punya Finansial 'Tak Berseri', Pengamat Beberkan Alasan PSI Belum Goda Dedi Mulyadi
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 12.00
Duet KDM-Gibran Ramai, Ini Sikap Dedi dan Respons Simpel Jokowi
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 17.03
Rumor Dedi Mulyadi Pindah ke PSI, Gerindra Buka Suara
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 07.30