Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dorong Bisnis Bullion, Menko Airlangga Resmikan IBMA

Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi diluncurkan pada 20 Agustus 2026 untuk mengintegrasikan ekosistem emas nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa 1.800 ton emas yang tersimpan di masyarakat dengan nilai US$252 miliar menjadi potensi besar untuk dimasukkan ke instrumen keuangan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan bisnis bullion melalui Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) secara double digit, dengan Pegadaian telah mengumpulkan 153 ton emas dan BSI sekitar 20 ton.

IBMA bertujuan mengintegrasikan seluruh mata rantai industri emas dari hulu hingga hilir, termasuk pertambangan, refinery, manufaktur, lembaga keuangan, hingga industri perhiasan. Airlangga menekankan pentingnya pembentukan reference price, peningkatan standar data, dan traceability rantai pasok untuk mencegah aktivitas pertambangan ilegal. Dari sisi regulasi, pemerintah juga mendukung dengan perlakuan electronic gold receipt dan skema PPh yang lebih ramah bagi produk bullion.

Sebanyak 11 perusahaan menjadi pendiri awal IBMA yang mewakili berbagai sektor. IBMA akan menyiapkan program prioritas mulai 2026 hingga 2027, meliputi literasi publik, kajian regulasi, kolaborasi industri, dan Indonesia Gold Expo. Pemerintah berharap transformasi emas pasif di tangan masyarakat menjadi aset produktif yang mendukung sistem keuangan nasional, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45% pada semester I 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait