Dorong Ekonomi Sektor Perumahan, BTN Sediakan KPR Terjangkau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Tabungan Negara (BTN) mendukung program pemerintah untuk membangun 3 juta rumah dengan mempercepat penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menegaskan komitmen ini dalam upaya transformasi perusahaan. Sektor perumahan memiliki dampak ekonomi besar karena melibatkan 182 subsektor, dari pengadaan tanah hingga konstruksi, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
Material untuk rumah menengah bawah sebagian besar berasal dari dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 90%. Setiap rumah yang dibangun membutuhkan sekitar lima orang tukang. Namun, masih ada tantangan seperti proses perizinan dan sertifikasi lahan yang lama di beberapa daerah. BTN berinovasi dengan menggunakan material daur ulang plastik untuk menekan biaya pembangunan.
Untuk meningkatkan keterjangkauan, BTN mengusulkan perpanjangan tenor KPR subsidi dari 20 tahun menjadi hingga 40 tahun dan agar pemerintah menanggung sebagian biaya asuransi. Selain pembiayaan, BTN juga mengembangkan layanan ekosistem perumahan, termasuk pembiayaan furnitur dan transaksi digital, guna menjadi mitra finansial keluarga Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 11.40
Pakar: RI Masih Punya Modal Kuat Jadi Magnet Investasi Global
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.15
Data Terbaru: Total Koperasi Desa Merah Putih 83.382, Transaksi Rp 157,9 Miliar
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 14.48
Kelompok Pengusaha dari Seluruh RI Temui Prabowo di Istana Siang Ini
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 03.08
BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi
Berita terkait
Bos BTN Ungkap Strategi Wujudkan 3 Juta Rumah Terjangkau
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 19.46
Fraksi PAN: Pidato Presiden Prabowo Arah Tegas Kemajuan Bangsa
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.41
Pinhome Ungkap Tren Hunian Berkualitas, Kesehatan Jadi Prioritas
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.04
Airlangga Ungkap Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Bursa Mineral-PFII
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.51