Pakar: RI Masih Punya Modal Kuat Jadi Magnet Investasi Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar dari Moody's Analytics, Denise Cheok, menilai Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi magnet investasi jangka panjang di Asia Tenggara. Keunggulan utama Indonesia termasuk status sebagai negara G20 dengan pasar domestik yang sangat besar, serta kekayaan sumber daya alam seperti nikel, batu bara, dan kelapa sawit. Kondisi ini membuat Indonesia relatif tahan terhadap guncangan eksternal, seperti fluktuasi harga minyak dan pangan, karena tidak terlalu bergantung pada impor dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Korea Selatan, atau Jepang.
Namun, untuk mempertahankan kepercayaan investor global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, pemerintah perlu menjaga konsistensi arah kebijakan. Investor tidak hanya menilai target pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menginginkan koherensi kebijakan yang jelas untuk mencapai target tersebut. Sinyal konsistensi kebijakan akan membantu meningkatkan kepercayaan investor dalam menanamkan modal.
Di sisi lain, tantangan Indonesia adalah wilayah yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau, sehingga implementasi kebijakan menjadi lebih kompleks dibandingkan negara dengan wilayah kecil. Memastikan kebijakan diterapkan secara konsisten di seluruh Indonesia merupakan hal yang sulit namun krusial untuk menarik investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.32
BPS Umumkan Ekspor RI US$25,46 miliar pada Juni 2026, Naik 8,84%
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.45
Daftar Tarif Listrik 13 Golongan Pelanggan PLN, Berlaku 3 Agustus 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 09.50
Membebaskan Sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Sentral
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 09.30
IHSG Awal Pekan Dibuka Menguat ke 6.272 Diwarnai Lonjakan 318 Saham
Berita terkait
Prabowo: S&P hingga Lianhe Akui Fundamental Ekonomi Indonesia Kokoh dan Layak Investasi
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.46
Airlangga Ungkap Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Bursa Mineral-PFII
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.51
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi-investasi bukan tujuan akhir pembangunan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.05