DPR Pasang Target Besar PFII: Tambah Dorongan Pertumbuhan Ekonomi 0,5%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi XI DPR RI menargetkan kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dapat menambah percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal 0,5% per tahun. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra Mohamad Hekal menjelaskan bahwa perputaran uang yang dibawa PFII akan menggerakkan ekonomi secara umum.
Selain itu, Hekal mengungkap PFII berpotensi menurunkan biaya pendanaan (cost of fund) untuk pembiayaan berbagai sektor sekitar 200 basis poin. Penurunan ini berlaku untuk pembiayaan dalam valas, bukan rupiah, yang dinilai sebagai angka signifikan untuk sektor pembiayaan.
Hekal juga memperkirakan aktivitas ekonomi di sekitar PFII akan bergerak lebih cepat seiring tumbuhnya aktivitas masyarakat. Ia menjelaskan bahwa fasilitas PFII tidak hanya untuk korporasi tetapi juga untuk perorangan, termasuk pekerja di lembaga keuangan yang memiliki penghasilan tinggi. Kondisi ini diperkirakan akan mendorong aktivitas properti dan pariwisata di kawasan sekitar PFII karena insentif pajak yang ditawarkan.
Bagikan
Berita terkait
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30
Prabowo Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 6 Persen pada 2026
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.47
Ekonomi Tumbuh Stagnan 5%, Terungkap 1 Kesalahan Fatal yang Bikin RI Tertinggal dari Vietnam
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 16.32
Ekonomi RI Bisa Tumbuh Tinggi, tapi Ada Syaratnya
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 17.00