Duh! Titik Panas Karhutla di Kalimantan Kembali Naik, Ini Langkah Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Titik panas karhutla di Kalimantan Selatan kembali meningkat setelah sempat turun drastis. Pada 21 Agustus tercatat 157 titik panas, lalu anjlok menjadi 11 titik pada 22 Agustus pukul 22.00 Wita, namun kembali naik menjadi 44 titik pada 23 Agustus pagi. Titik panas tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya pemantauan fluktuasi hotspot secara berkala dan kecepatan respons tim menuju lokasi untuk mencegah penyebaran api. Kementerian Kehutanan menggunakan aplikasi Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) yang mengolah data dari satelit NASA seperti MODIS, SNPP, dan NOAA20 untuk pemantauan realtime. BNPB memperkuat operasi penanganan karhutla dengan menyiagakan 30 helikopter untuk Kalimantan dan 22 helikopter untuk Sumatra. Armada dapat ditambah sesuai kebutuhan dan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan. Personel gabungan dilengkapi APD dan pompa air tekanan tinggi untuk operasi pemadaman darat. Pemerintah juga mengalokasikan 100 unit mobil tangki air per provinsi untuk distribusi air di wilayah terdampak. Sebagai langkah tambahan, pemerintah kembali mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan penyemaian awan menggunakan garam untuk menumbuhkan awan hujan di wilayah Kalimantan. Operasi ini dilaksanakan intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia, dengan harapan hujan dapat segera turun untuk membantu proses pemadaman.
Bagikan
Berita terkait
Rupiah menguat dipengaruhi harga minyak global yang menjinak
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 09.51
Harga Bergerak Ugal-ugalan, BEI Gembok Perdagangan 3 Emiten Ini
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.50
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.698 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.35
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Korek Api hingga Jeriken BBM Disita
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 09.32