Dulu Jual Kain Sisa Tentara, Kini Punya Harta Rp 62 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352224/original/008440800_1789740929-ChatGPT_Image_Sep_18__2026__09_14_56_PM.jpg)
Mikkel Vestergaard Frandsen, pengusaha Denmark, berhasil mentransformasi bisnis keluarga yang awalnya bergerak di sektor konveksi dan jualan kain sisa tentara menjadi perusahaan teknologi kemanusiaan bernilai miliaran dolar AS. Awalnya, ia sempat mengalami kesulitan hidup di Nigeria pada usia 19 tahun, yang kemudian membentuk empati terhadap krisis kemanusiaan dan kesehatan di negara berkembang. Pada 1993, Mikkel memutuskan kembali ke Denmark dan mengubah arah bisnis keluarga dengan fokus pada inovasi teknologi material untuk kebutuhan kesehatan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan meluncurkan LifeStraw, alat penyaring air portabel yang efektif menghilangkan bakteri dan parasit tanpa listrik atau bahan kimia. Selain itu, ia juga mengembangkan kelambu PermaNet yang dilapisi insektisida untuk pencegahan malaria, dan kantong penyimpanan hasil panen ZeroFly. Pendekatannya menggabungkan keuntungan finansial dengan dampak sosial melalui konsep Profit with a Purpose, yang memungkinkan inovasi berkelanjutan tanpa bergantung pada donasi.
Akibat strategi inovatif dan diversifikasi investasinya, kekayaan bersih Mikkel diperkirakan mencapai antara US$ 2,8 miliar hingga US$ 3,5 miliar, setara dengan Rp 62,39 triliun. Ia juga mendirikan Sceye, perusahaan teknologi stratosfer yang mengembangkan platform wahana terbang tinggi untuk mendeteksi bencana iklim, memantau perdagangan manusia, dan menyediakan internet untuk wilayah terpencil. Kisahnya membuktikan bahwa transformasi bisnis berbasis teknologi kemanusiaan dapat menciptakan dampak sosial nyata sekaligus keuntungan finansial besar.
Bagikan
Berita terkait
Pertempuran Pasukan Yaman dan Houthi Masih Panas, 63 Orang Tewas
Detik.com · 18 September 2026 pukul 01.34
Krisis Kemanusiaan Gaza, 2.000 Bangunan Terancam Ambruk
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 21.01
Bus Bekas Diubah Jadi Shower Keliling untuk Tunawisma Mandi
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 19.15
Penampakan Perdana Kapal Induk Garibaldi di Perairan RI, Dikawal 2 KRI dan Pesud TNI AL
JawaPos · 17 September 2026 pukul 17.00