Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Efek Perselisihan Politik? Elektabilitas PDIP Terjun Bebas, Loyalis Jokowi Sindir Kebijakan Partai

Elektabilitas PDI Perjuangan (PDI-P) mengalami penurunan signifikan dalam sejumlah survei Poltracking Indonesia selama setahun terakhir. Pada Oktober 2025, elektabilitas PDI-P mencapai 15,7 persen, namun angka ini terus turun hingga mencapai 11,6 persen pada Agustus 2026. Survei terbaru yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 melibatkan 1.220 responden dari 38 provinsi dengan simulasi 18 partai politik. Dalam survei tersebut, PDI-P berada di bawah Partai Gerindra yang mencapai 23,2 persen, sementara Partai Golkar berada di bawah PDI-P dengan elektabilitas 10,4 persen.

Penurunan elektabilitas PDI-P ini disoroti oleh Kristia Budhyarto alias Dede Budiyarto, mantan Komisaris Independen PT Pelni, melalui unggahannya di X (dulunya Twitter). Dede menampilkan data elektabilitas PDIP berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia dan memberikan komentar yang cenderung kritis terhadap beberapa akun media sosial yang ia sebut sebagai "bajer". Dalam sindirannya, Dede menandai tiga akun, termasuk Chusnul Chotimah, dan menyindir dengan kata-kata seperti "Makin NYUNGSEP @PDI_Perjuangan".

Meskipun turun, PDI-P masih menjadi salah satu partai dengan elektabilitas dua digit dalam survei tersebut. Namun, tren penurunan ini menjadi gambaran bahwa posisi elektoral PDI-P mungkin sedang mengalami tekanan, sekaligus menjadi bahan diskusi publik terkait dinamika politik terkini.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait