Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom Buka Suara Soal Dana SAL di Himbara, Singgung Likuiditas Perbankan

ASEAN Economist Enrico Tanuwidjaja dari UOB Indonesia menyatakan bahwa lokasi penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau kembali ke Bank Indonesia (BI) bukanlah faktor utama. Menurutnya, yang penting adalah pengelolaan dana tetap produktif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Keputusan akhir mengenai pengembalian dana ke BI sepenuhnya menjadi wewenang Kementerian Keuangan, namun harus dilaksanakan secara kredibel dan akuntabel.

Enrico menekankan pentingnya kejelasan Indikator Kinerja Utama (KPI) dan pengukuran pengembalian investasi (ROI) dari program-program yang didanai oleh SAL. Jika ROI-nya baik, programnya jelas, dan tidak ada kebocoran, maka penempatan dana tidak menjadi masalah. Ia juga menyoroti bahwa likuiditas perbankan nasional saat ini berlebih dengan rasio AL/DPK di atas 20 persen, sehingga penempatan dana SAL tidak akan mengganggu stabilitas keuangan.

Menurutnya, fokus utama adalah pada produktivitas dan akuntabilitas pengelolaan dana, bukan pada institusi tempat dana disimpan. Selain itu, kondisi likuiditas yang berlebih di sektor perbankan memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan dana tersebut tanpa khawatir menimbulkan tekanan pada sistem keuangan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait