Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom ingatkan setoran Danantara tak jadi “kantong cadangan” APBN

M Rizal Taufikurahman dari INDEF memperingatkan agar pemerintah tidak memperlakukan setoran keuntungan Danantara sebesar Rp120 triliun tahun ini sebagai 'kantong cadangan' APBN. Ia menekankan pentingnya transparansi tata kelola anggaran dan formula pembagian laba yang jelas agar Danantara tidak berubah dari pengelola investasi menjadi sekadar tempat menampung dana negara. Rizal menjelaskan bahwa secara teoretis, setoran tersebut dapat menurunkan kebutuhan penerbitan utang hingga Rp120 triliun, namun hanya jika seluruh dana diperlakukan sebagai tambahan penerimaan dan tidak digunakan untuk membiayai belanja baru.

Menurut Rizal, bila pemerintah tetap menerbitkan utang sesuai rencana awal, maka kebijakan ini tidak akan berfungsi sebagai konsolidasi fiskal, melainkan hanya memperlebar ruang belanja. Ia menyoroti bahwa tambahan penerimaan bersih dari peralihan dana ini hanya sebesar Rp30 triliun dibandingkan dengan tren penerimaan dividen BUMN sebelumnya yang mencapai Rp90 triliun per tahun. Selain itu, Rizal berpendapat bahwa memindahkan sebagian keuntungan Danantara ke kas negara berpotensi mengurangi dana investasi yang tersedia bagi lembaga tersebut, sehingga keuntungan Rp30 triliun itu belum memperhitungkan berkurangnya biaya peluang.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa sebagian keuntungan Danantara yang dialihkan akan masuk ke pos PNBP Lainnya dalam APBN, sehingga diharapkan dapat menambah pendapatan negara dan membantu menjaga defisit APBN tetap terkendali. Namun, belum dapat dipastikan apakah kebijakan ini akan berlanjut pada tahun anggaran berikutnya.

Berita terkait