Ekonom: Jangan hanya bebankan BI-Rate untuk respons harga modal global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mempersiapkan Indonesia menghadapi periode harga modal global lebih tinggi tanpa mengandalkan BI-Rate sebagai satu-satunya respons. Tantangan utama meliputi suku bunga The Fed, harga minyak di atas 100 dolar AS/barel, dan US Treasury yield mendekati 5 persen. Fakhrul menyarankan yield surat utang negara (SUN) 10 tahun dapat bergerak menukar kisaran 7,3-7,5 persen sebagai market-clearing yield untuk melindungi rupiah dan daya tarik aset Indonesia. Diperlukan capital inflow sekitar 11 miliar dolar AS untuk menjaga kestabilan neraca pembayaran. Bank Indonesia memiliki instrumen tambahan seperti intervensi spot, DNDF, dan pengelolaan likuiditas.
Bagikan
Berita terkait
Rupiah Menguat ke Level Rp 17.693, Ekonom Ulas Faktor Pendorong dan Prospeknya
kumparan · 30 Agustus 2026 pukul 18.51
BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.05
IHSG Sesi I Melonjak 1,47% Dekati Level 6.500, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 12.33
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51