Rupiah Menguat ke Level Rp 17.693, Ekonom Ulas Faktor Pendorong dan Prospeknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat ke Rp 17.693 per USD pada Jumat (28/8), didorong oleh sentimen global seperti lemahnya USD Index dan stabilisasi BI-Rate pada 5,75%. Namun, fundamental ekonomi Indonesia masih rapuh: defisit transaksi berjalan kuartal II 2026 mencapai 3,34% PDB, surplus perdagangan menurun, dan defisit jasa membengkak. Penguatan rupiah lebih bergantung pada arus modal asing berjangka pendek SRBI (9,86 miliar USD) dibanding arus keluar saham (4,07 miliar USD). Kadar devisa besar tetapi bantalan bersih menghadapi tekanan. Ekonom tidak yakin level Rp 17.693 dapat dipertahankan tanpa dukungan global. Penguatan dianggap belum mencerminkan perbaikan fundamental penuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 20.00
Bukan Cuma Urusan BI, Ini Penyebab Rupiah Sulit Menguat
Berita terkait
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS usai BI Rate Bertahan di 5,75%
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.14
BI-Rate diprediksi bertahan di level 5,75 persen pada RDG Agustus 2026
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 09.43
Ekonom: Mempertahankan BI Rate Adalah Opsi Terbaik
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.41