Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom: "Market-clearing yield" jadi ujian koordinasi fiskal-moneter

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menyatakan market-clearing yield obligasi negara (SBN) menjadi ujian utama koordinasi fiskal-moneter antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Kerangka koordinasi yang terdiri dari lima pilar—pertumbuhan, ketahanan eksternal, pengelolaan likuiditas, pengendalian inflasi, dan pendalaman pasar keuangan—diumumkan pada 24 September 2026. Namun, pasar akan menguji seberapa baik koordinasi ini berfungsi dalam kondisi naiknya yield global dan biaya modal internasional. Fakhrul menekankan bahwa pertanyaan kini bukan lagi cara menjaga yield SBN serendah mungkin, melainkan level di mana investor bersedia menyerap obligasi secara natural tanpa bergantung pada kebijakan tambahan. Kenaikan yield domestik tidak selalu menunjukkan penurunan kredibilitas Indonesia; sebagian bisa berasal dari kenaikan global risk-free rate dan term premium. Jika yield terlalu rendah, tekanan penyesuaian dapat beralih ke foreign demand, auction absorption, rupiah, atau pasar saham. Fakhrul menyatakan tujuan kebijakan harus mencari yield yang berkelanjutan, bukan yang termurah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait