Ekonom: "Market-clearing yield" jadi ujian koordinasi fiskal-moneter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menyatakan market-clearing yield obligasi negara (SBN) menjadi ujian utama koordinasi fiskal-moneter antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Kerangka koordinasi yang terdiri dari lima pilar—pertumbuhan, ketahanan eksternal, pengelolaan likuiditas, pengendalian inflasi, dan pendalaman pasar keuangan—diumumkan pada 24 September 2026. Namun, pasar akan menguji seberapa baik koordinasi ini berfungsi dalam kondisi naiknya yield global dan biaya modal internasional. Fakhrul menekankan bahwa pertanyaan kini bukan lagi cara menjaga yield SBN serendah mungkin, melainkan level di mana investor bersedia menyerap obligasi secara natural tanpa bergantung pada kebijakan tambahan. Kenaikan yield domestik tidak selalu menunjukkan penurunan kredibilitas Indonesia; sebagian bisa berasal dari kenaikan global risk-free rate dan term premium. Jika yield terlalu rendah, tekanan penyesuaian dapat beralih ke foreign demand, auction absorption, rupiah, atau pasar saham. Fakhrul menyatakan tujuan kebijakan harus mencari yield yang berkelanjutan, bukan yang termurah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.16
Investor Dunia Serbu RI, Inflow US$ 400 Juta 21 September 2026
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 14.14
Konflik Timur Tengah dan Suku Bunga AS Bayangi Pasar Keuangan RI
Berita terkait
Asing Sempat Kabur, Suahasil Ungkap Rp 140,7 Triliun Balik ke RI
Detik.com · 23 September 2026 pukul 13.39
Baru Menjabat, Menkeu Suahasil Diingatkan Tak Asal Kerek Imbal Hasil SBN
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 14.17
Paham Betul Dapur Pacu Fiskal, Menkeu Baru Suahasil Nazara Pikul Harapan Tinggi
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 09.07
Penunjukkan Menkeu Baru Suahasil Nazara Diharapkan Bisa Kuatkan Fiskal RI
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 08.40