Ekonom Prediksi Tekanan Inflasi Masih Tinggi, Beras Jadi Perhatian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/1223093/original/001717500_1462280591-20160503-Pasar--Inflasi-Masih-Terkendali-Hingga-Juni-Jakarta-Angga-Yuniar-01.jpg)
BPS mencatat inflasi September 2026 sebesar 0,30% MtM dan 3,28% YoY. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama dengan inflasi 0,88% dan andil 0,26%. Komoditas seperti cabai rawit (0,08%), cabai merah (0,06%), daging ayam ras (0,05%), dan beras (0,03%) juga berkontribusi. Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai tekanan inflasi masih dipengaruhi kenaikan harga BBM dan pangan, serta fenomena El Nino yang dapat memperparah ketersediaan pangan. Proyeksi inflasi akhir 2026 mencapai 3,5%, berada di batas atas BI. Penanganan memerlukan penguatan pasokan, termasuk impor beras bila diperlukan. Neraca perdagangan Agustus 2026 mencatat surplus US$ 3,55 miliar didukung ekspor nonmigas sebesar US$ 26,61 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 15.40
Inflasi Lampung 3,51 persen di September beras beri andil 0,33 persen
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.21
Cabai Rawit-Daging Ayam Jadi Biang Kerok Inflasi RI
Berita terkait
Amran Bicara Beras Penyebab Inflasi-Ngaku RI Aman Meski El Nino Berat
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 15.35
Mentan Pastikan Produksi Beras Aman saat El Nino, SPHP Ditambah 1 Juta Ton
Detik.com · 7 September 2026 pukul 16.00
Akui Langka, Bulog Bakal Pasok 110 Ribu To Beras Premium ke Ritel
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.57
Akui Langka, Bulog Bakal Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Ritel
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.57