Ekonom Senior Nilai Penataan BUMN Bisa Pangkas Inefisiensi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto melakukan penataan BUMN melalui streamlining untuk memangkas inefisiensi akibat struktur organisasi yang terlalu besar. Langkah ini bertujuan menjaga kekayaan negara dengan mengurangi biaya overhead seperti gaji direksi, komisaris, serta biaya operasional gedung dan kendaraan.
Sejak 20 Oktober 2024, pemerintah telah menutup 328 BUMN yang menghasilkan penghematan anggaran sebesar Rp 50 triliun. Target penutupan ditingkatkan menjadi 750 BUMN hingga akhir 2026 dengan proyeksi total penghematan mencapai Rp 100 triliun. Selain efisiensi, pemerintah juga menindak tegas perusahaan bermasalah dan tambang ilegal, yang berdampak pada kenaikan keuntungan PT Timah hingga sembilan kali lipat tahun ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.35
Ditanya Nasib BUMN Tekstil, Bos Danantara Bilang Sudah Ada Kesepakatan
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 18.46
Streamlining BUMN Dinilai Jadi Prestasi Fundamental Pemerintah
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 16.55
Pupuk Indonesia Kejar Peremajaan 8 Pabrik dalam 5 Tahun
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 13.57
Kredit Himbara ke BUMN Melonjak 57,79%, Swasta Masih Mendominasi
Berita terkait
Prabowo Akan Tutup Sedikitnya 700 BUMN Lagi, Bidik Penghematan Rp100 Triliun
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 18.00
RAPBN 2027: Target Pertumbuhan Ekonomi 6 persen, Asumsi Kurs Rp 17.500 per Dolar AS
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.01
Prabowo Puji Kinerja BUMN: Dividen Naik Terus Tanpa PMN
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.25
874 BUMN Bakal Ditutup hingga Akhir 2026, Danantara Sisakan Segini
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 07.44