Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom Senior Nilai Penataan BUMN Bisa Pangkas Inefisiensi

Presiden Prabowo Subianto melakukan penataan BUMN melalui streamlining untuk memangkas inefisiensi akibat struktur organisasi yang terlalu besar. Langkah ini bertujuan menjaga kekayaan negara dengan mengurangi biaya overhead seperti gaji direksi, komisaris, serta biaya operasional gedung dan kendaraan.

Sejak 20 Oktober 2024, pemerintah telah menutup 328 BUMN yang menghasilkan penghematan anggaran sebesar Rp 50 triliun. Target penutupan ditingkatkan menjadi 750 BUMN hingga akhir 2026 dengan proyeksi total penghematan mencapai Rp 100 triliun. Selain efisiensi, pemerintah juga menindak tegas perusahaan bermasalah dan tambang ilegal, yang berdampak pada kenaikan keuntungan PT Timah hingga sembilan kali lipat tahun ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait