Ekonom: Transmisi modal asing perlu diperkuat demi ungkit sektor riil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan perlunya memperkuat jembatan transmisi aliran modal asing ke sektor riil. Hingga 14 September 2026, arus modal asing masuk senilai Rp140,7 triliun, utama melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Namun, kedua instrumen tersebut tidak langsung menyumbang ke sektor riil karena SBN berbasis pembiayaan pemerintah dengan tenor tidak seluruhnya pendek, sedangkan SRBI berfungsi operasi moneter BI. Josua menekankan pentingnya kualitas belanja APBN yang produktif seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Sementara untuk SRBI, perlu dihindari imbal hasil terlalu menarik sehingga menyimpan surat berharga. BI telah menerapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial dengan insentif likuiditas perbankan mencapai Rp461,2 triliun pada September 2026, termasuk Rp123 triliun melalui pendalaman pasar uang. Kredit investasi naik 25,11% dan kredit modal kerja 11,45% tahunan pada Agustus 2026, menunjukkan saluran menuju sektor produktif terbuka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 17.29
Menkeu Suahasil Ungkap Rp140,7 Triliun Modal Asing Masuk RI Lewat SBN dan SRBI
Detik.com · 23 September 2026 pukul 13.39
Asing Sempat Kabur, Suahasil Ungkap Rp 140,7 Triliun Balik ke RI
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 13.02
BI Catat Modal Asing Masuk US$400 Juta di Tengah Gejolak Global
Berita terkait
Menkeu Suahasil sebut arus modal asing masuk ke RI Rp140,7 triliun
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 14.39
Modal asing masuk perlu jadi jembatan investasi yang lebih produktif
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 13.19
Menkeu Suahasil Ungkap Asing 'Serbu' RI, Nilainya Tembus Rp141,6 T
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.04
Purbaya Ungkap Modal Asing Masuk Rp141,6 T hingga September
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.25