Ekonom UGM: Data Desil Jangan Jadi Satu-satunya Dasar Penentuan Subsidi BBM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dosen FEB UGM Wisnu Setiadi Nugroho menyatakan data desil tidak boleh menjadi satu-satunya dasar penentuan subsidi BBM. Data desil sebaiknya digunakan sebagai alat penyaring awal yang dikombinasikan dengan indikator lain seperti data perpajakan, kepemilikan kendaraan, konsumsi listrik, dan jumlah tanggungan rumah tangga. Wisnu menekankan bahwa kepemilikan aset tidak cukup untuk menggambarkan kemampuan ekonomi rumah tangga, sehingga perlu memperhatikan juga kewajiban dan beban pengeluaran seperti cicilan, pendidikan, dan kesehatan. Dalam kebijakan subsidi BBM, ia menyarankan pendekatan yang lebih bertahap dan fleksibel, seperti pembatasan volume BBM berdasarkan kebutuhan, dengan mekanisme pembaruan data secara berkala agar responsif terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Dukung Menteri ESDM Tata Penyaluran Pertalite, Jamaludin Malik DPR: Orang Mampu Gunakan BBM Nonsubsidi
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 17.37
Airlangga Sebut Pembatasan Pertalite Juga Akan Mengacu Jenis Kendaraan
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.05
Pertalite Tak Lagi Bebas Dibeli? Pemerintah Siapkan Skema Berdasarkan Jenis Kendaraan
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.40
Airlangga Sebut Tak Ada Penambahan Desil, Perubahan Tunggu Sensus Ekonomi 2026
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 15.38