Ekonomi RI Semester II Diramal Melambat, Tapi Ada Kabar Baik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Senior economist DBS Group Research Radhika Rao memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2026 sebesar 5%, lebih lambat dari semester I-2026 yang 5,45%. Perlambatan didasari tidak ada faktor pendukung seperti momentum Lebaran, stimulus pemerintah, maupun belanja pemerintah awal tahun. Namun, proyeksi tahun 2026 ditaup menjadi 5,3% dari perkiraan sebelumnya, berkat belanja pemerintah yang tinggi, konsumsi masyarakat yang stabil, serta harga BBM subsidi yang tidak naik. Untuk 2027, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2-5,3%, didorong oleh permintaan domestik meski ketidakpastian global terkait geopolitik dan harga minyak tetap ada.
Bagikan
Berita terkait
Fundamental Ekonomi RI Masih Solid, Ekonom BNI Bongkar Alasannya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.28
Program Rekening Massal Bisa Nol Rupiah, Kenapa Harus Rp11 Triliun?
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 19.10
Purbaya: Kalau PPN Dikurangi, Saya Nggak Bisa Kasih Subsidi
Detik.com · 10 September 2026 pukul 16.47
IHSG Ambruk 1,33% ke 6.589, 516 Saham Berguguran
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 16.32