Ekonomi Tumbuh tapi Masyarakat Masih Kekurangan, Purbaya: Kita Sudah Enggak Hidup di Surga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343443/original/006261500_1788857424-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6934.jpeg)
Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta menghilangkan kekurangan bagi seluruh masyarakat. Meskipun Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan dua digit dan tabungan masyarakat meningkat, sebagian masyarakat masih menggunakan tabungan untuk kebutuhan dasar. Purbaya menekankan konsep 'scarcity' sebagai bagian tak terhindarkan dalam kehidupan, sekaligus mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat agar lebih sedikit yang merasakan tekanan ekonomi. Ia menyatakan Indonesia baru keluar dari perlambatan sejak September 2025, dengan masyarakat lapisan bawah paling rentan. Presiden Prabowo Subianto optimistis pertumbuhan PDB mencapai 6% pada 2026, didukung investasi Rp 1.931 triliun pada 2025 dan lebih dari 2,7 juta pekerjaan baru, dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat bawah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 16.38
IHSG ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 16.23
IHSG Ditutup Menguat 1,01% ke Level 6.686, Nilai Transaksi Tembus Rp15,57 Triliun
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 13.13
Mendagri Tito Dorong Ekonomi Tumbuh Dua Digit agar RI Keluar dari Middle Income Trap
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 13.00
Harga Emas dan Perak Hari Ini 8 September 2026 Naik? Simak Daftar Lengkapnya di Sini
Berita terkait
BI: Ekonomi RI pada 2027 berpotensi capai 6 persen dengan tiga syarat
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 19.13
Target Pertumbuhan Ekonomi 6%, Bamsoet Berikan Masukan
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.43
Wamenkeu Juda Sebut Ekonomi 5,29 Persen Cerminkan Gairah Masih Baik
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.19
OJK Godok Mekanisme Harga untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
kumparan · 8 September 2026 pukul 12.54