Eks Gubernur Sultra Nur Alam Minta Prabowo Pisahkan Politik dan Bisnis SDA
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memisahkan politik dan bisnis dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA). Dalam diskusi bertajuk 'Prospek Implementasi Pasal 33 UUD 1945' di Universitas Paramadina, Jakarta, Nur Alam menyoroti risiko konflik kepentingan akibat keterlibatan penguasa dalam bisnis. Ia berpesan agar penguasa tidak menjadi pengusaha, dan sebaliknya, pengusaha tidak menggunakan penguasa sebagai alat untuk mengamankan kepentingan bisnisnya. Menurutnya, campur tangan ini berkontribi pada tata kelola pertambangan yang lemah di Indonesia. Nur Alam juga mengkritik pengelolaan nikel di Sulawesi Tenggara, yang sering melibatkan persoalan kepentingan terkait penguasaan sumber daya dan partisipasi masyarakat lokal. Ia menekankan pentingnya agar masyarakat setempai tidak hanya menjadi pengelola lahan untuk kepentingan perusahaan asing, sekaligus mempertanyakan skala penguasaan lahan besar yang tidak diimbangi dengan produksi yang optimal, sehingga berdampak pada kehilangan manfaat ekonomi maksimal bagi daerah dan peluang lokal yang terbatas.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo: Beberapa Tahun Lagi RI Akan Bangkit-Tak Ada yang Bisa Bendung
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 19.25
Prabowo: Kita Harus Dikritik, Tapi Juga Harus Kerja Cepat buat Rakyat
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.27
Prabowo: S&P nilai positif peran Danantara kelola SDA
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 16.00
Prabowo Sebut PT DSI Kelola Devisa Ekspor Rp 249 T dalam 2 Bulan
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.27