Prabowo Sebut PT DSI Kelola Devisa Ekspor Rp 249 T dalam 2 Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah mengelola devisa ekspor sebesar US$ 14 miliar atau Rp 249,2 triliun sejak beroperasi pada 1 Juni 2026. Pengelolaan ini dilakukan dalam waktu 2 bulan 13 hari dengan fokus pada tiga komoditas sumber daya alam strategis: batu bara, kelapa sawit, dan besi baja. DSI juga berhasil memantau lebih dari 6.000 transaksi ekspor pada tiga komoditas tersebut.
Selain itu, DSI berhasil menemukan potensi tambahan sebesar US$ 5 miliar dari perbedaan dan penyesuaian harga dalam pembayaran devisa hasil ekspor. Prabowo menyampaikan bahwa DSI akan memperluas pengawasan ke 50 pelabuhan di 25 provinsi dan berencana untuk mengelola seluruh komoditas ekspor sumber daya alam strategis, bukan hanya tiga komoditas awal.
Prabowo menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah eksploitasi terhadap sumber daya alam Indonesia agar tidak hanya menguntungkan segelintir pihak. Ia menyatakan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan seluruh rakyat, bukan hanya untuk keuntungan sekelompok kecil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.27
Prabowo: Kita Harus Dikritik, Tapi Juga Harus Kerja Cepat buat Rakyat
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 16.00
Prabowo: S&P nilai positif peran Danantara kelola SDA
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Tata Kelola Ekspor Satu Pintu, Ketua MPR Sebut PT DSI Jalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 12.29
DSI Kelola Devisa Ekspor Rp 249,72 Triliun dari 3 Komoditas
Berita terkait
Prabowo Klaim DSI Kelola Devisa Ekspor Capai 14 Miliar Dolar AS, Temukan Potensi Tambahan 5 Miliar Dolar AS
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 12.04
Prabowo: Rakyat Kita Paling Miskin Pun Masih Bisa Tersenyum
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.11
Airlangga Bocorkan Format Anggaran dan Susunan Direksi PT DSI
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.45
Komoditas di Bursa Mineral Belum Final
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.29