Eks Ketua KPU Akhirnya Kuak Alasan Tak Verifikasi Dokumen Pendidikan Gibran saat Pilpres 2024
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari akhirnya mengungkapkan alasan KPU tidak melakukan verifikasi langsung terhadap dokumen pendidikan Gibran Rakabuming Raka saat Pilpres 2024. Dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Hasyim menjelaskan bahwa KPU tidak memiliki keraguan atau laporan masyarakat yang mendasari untuk melakukan klarifikasi terhadap dokumen tersebut. Ia menegaskan bahwa KPU mengikuti prinsip hukum administrasi yang menganggap dokumen pemerintah sah dan benar hingga ada bukti sebaliknya. Hasyim menyampaikan bahwa KPU mengandalkan dua dokumen resmi dalam menilai pemenuhan syarat pendidikan Gibran. Pertama, surat keterangan penyetaraan pendidikan menengah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud pada 6 Agustus 2019, yang menyatakan lulusan Grade 12 UTS Insearch Sydney tahun 2006 setara dengan SMK Akuntansi dan Keuangan. Kedua, Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengenai penilaian kesetaraan ijazah pendidikan tinggi luar negeri atas nama Gibran. Berdasarkan kedua dokumen tersebut, KPU menyimpulkan syarat minimal pendidikan Gibran terpenuhi dan mencatatnya dalam berita acara pemeriksaan administrasi pencalonan. Hasyim mengakui KPU tidak memverifikasi kebenaran dokumen secara langsung, karena klarifikasi hanya dilakukan bila ada keraguan atau aduan. Ia menambahkan dokumen serupa sebelumnya sudah digunakan dalam Pilkada Surakarta 2020. Hal ini menjadi sorotan dalam perkara PHPU yang diajukan Denny Indrayana dan 11 pemohon lain, yang mempertanyakan keabsahan syarat pendidikan Gibran sesuai Pasal 169 huruf r UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Cuma Jualan Online, UMKM Cirebon Mulai Didorong Memaksimalkan AI Untuk Jalankan Bisnis
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 18.45
OJK tetapkan lima prioritas penguatan perbankan dalam RP3I 2026-2030
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 18.41
Zulhas Pastikan Gaji Manajer Kopdes dari APBN: Melalui Agrinas
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 18.34
ISF 2026 Digelar di Jakarta, 200 Pembicara Bahas Ekonomi Rendah Karbon
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 18.30