Ekspor Listrik lewat ASEAN Power Grid, Segini Potensi Cuan Bagi RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia berpotensi menghasilkan devisa kotor USD 3,2 miliar per tahun dari ekspor listrik terbarukan pada 2030 melalui tiga jalur utama: Kepulauan Riau-Singapura (13,4 TWh), Sumatra-Malaysia (3,7 TWh), dan Kalimantan Utara-Sabah (1,1 TWh). Namun, biaya pembangunan menyusutkan keuntungan bersih hanya USD 0,6 miliar per tahun. Investasi total jalur utama mencapai USD 15-20 miliar, sementara ekspor harga jual minimal USD 16-17 sen/kWh dengan margin USD 4-5 sen untuk Singapura. Malaysia memiliki tarif rendah USD 8,6 sen/kWh sehingga ekspor hanya ekonomis dengan green premium atau biaya produksi rendah.
Bagikan
Berita terkait
Mengurai Negosiasi Listrik Hijau RI–Singapura: Antara Keadilan Harga dan Kepastian Regulasi
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 07.00
Indonesia Belum Sepakati Harga Listrik untuk ASEAN Power Grid, Bahlil Ogah 'Abuleke'
JawaPos · 23 September 2026 pukul 09.30
RI Belum Deal Interkoneksi Listrik dengan Malaysia, Bahlil: Harus Adil
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.55
Bahlil: Ekspor Listrik Gak Masalah, Tapi Harga Harus Win-Win!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.55