Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Mengurai Negosiasi Listrik Hijau RI–Singapura: Antara Keadilan Harga dan Kepastian Regulasi

Indonesia dan Singapura menandatangani MoU untuk ekspor listrik rendah karbon sebesar 3,4 GW sebagai bagian dari ASEAN Power Grid. Proyek masih dalam tahap awal, dengan fokus pada formula harga yang seimbang dan kepastian regulasi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kemanfaatan ekonomi yang adil, menolak skema di mana Singapura untung 70% sementara Indonesia hanya 30%. Investasi yang diproyeksikan mencapai US$10 miliar untuk pengembangan ekosistem energi hijau di BBK. Singapura menargetkan impor listrik rendah karbon 6 GW pada 2035.

Berita terkait