Mengurai Negosiasi Listrik Hijau RI–Singapura: Antara Keadilan Harga dan Kepastian Regulasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia dan Singapura menandatangani MoU untuk ekspor listrik rendah karbon sebesar 3,4 GW sebagai bagian dari ASEAN Power Grid. Proyek masih dalam tahap awal, dengan fokus pada formula harga yang seimbang dan kepastian regulasi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya kemanfaatan ekonomi yang adil, menolak skema di mana Singapura untung 70% sementara Indonesia hanya 30%. Investasi yang diproyeksikan mencapai US$10 miliar untuk pengembangan ekosistem energi hijau di BBK. Singapura menargetkan impor listrik rendah karbon 6 GW pada 2035.
Bagikan
Berita terkait
Indonesia Belum Sepakati Harga Listrik untuk ASEAN Power Grid, Bahlil Ogah 'Abuleke'
JawaPos · 23 September 2026 pukul 09.30
RI Belum Deal Interkoneksi Listrik dengan Malaysia, Bahlil: Harus Adil
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.55
Bahlil: Ekspor Listrik Gak Masalah, Tapi Harga Harus Win-Win!
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.55
Proyek Energi 'Andalan' Prabowo Butuh Investasi Rp 1.306 Triliun
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.40