Ekspor Minyak Atsiri RI Tembus Rp5,6 Triliun, Indonesia Jadi Eksportir Terbesar Kelima Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri minyak atsiri Indonesia mencatat pertumbuhan ekspor signifikan sepanjang 2025. Nilai ekspor mencapai US$348,7 juta atau setara Rp5,6 triliun, meningkat 34,4 persen dari US$259,5 juta pada 2024. Indonesia kini menjadi eksportir minyak atsiri terbesar kelima di dunia, setelah India, Amerika Serikat, Prancis, dan Brasil. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa kenaikan ini menunjukkan produk minyak atsiri Indonesia memiliki daya saing dan permintaan yang kuat di pasar internasional.
Minyak nilam atau patchouli oil menjadi komoditas utama dengan ekspor US$173,4 juta pada 2025, naik 22,7 persen dibanding US$141,3 juta di 2024. Pasar ekspornya meliputi India, Singapura, Prancis, Amerika Serikat, China, Swiss, Belgia, Belanda, Jerman, dan Turki. Peluang hilirisasi masih besar, di mana minyak nilam dapat diolah menjadi hi-grade patchouli, bahan parfum dan fragrance, antiseptik, medicated oil, serta produk aromaterapi melalui teknologi pemurnian dan fraksinasi.
Pengembangan industri memerlukan penguatan dari hulu hingga hilir. Kualitas dan ketersediaan bahan baku dari petani harus diperhatikan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, petani, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra pasar diperlukan untuk membangun ekosistem yang kuat. Indonesia memiliki modal berupa ketersediaan bahan baku dan pasar ekspor yang sudah terbentuk untuk menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri.
Bagikan
Berita terkait
Menperin Fokus Industrialisasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2027
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 14.28
Bantah Isu Monopoli, Rosan Tegaskan DSI Bukan Eksportir Tunggal
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Pemerintah Haramkan Ekspor Mentah Bauksit-Tembaga
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.02
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30