Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kemenperin Soroti Potensi Bambu RI yang Belum Terserap Maksimal

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat sektor hulu industri bambu melalui Akademi Komunitas Bambu (AKB) 2026 di Bali. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM dalam mengelola rantai pasok dan membangun pusat logistik di berbagai wilayah, mulai dari Banten hingga NTT, guna mengatasi kendala ketersediaan bahan baku terstandardisasi.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Saat ini, pangsa pasar bambu Indonesia hanya 0,9%, jauh tertinggal dari China yang mendominasi 74,8%. Padahal, nilai pasar produk bambu dunia diproyeksikan tumbuh dari US$74 miliar pada 2024 menjadi US$118,3 miliar pada 2034.

Selain ekspor, Kemenperin mendorong pemanfaatan bambu untuk konstruksi domestik melalui teknologi Cement-Bamboo Frame Technology (CBFT) yang ringan dan berbasis bahan lokal. Program AKB 2026 diharapkan mencetak 'Master Bambu' yang mampu mengelola teknis pengawetan, laminasi, dan manajerial logistik secara berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait