Kemenperin Soroti Potensi Bambu RI yang Belum Terserap Maksimal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat sektor hulu industri bambu melalui Akademi Komunitas Bambu (AKB) 2026 di Bali. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM dalam mengelola rantai pasok dan membangun pusat logistik di berbagai wilayah, mulai dari Banten hingga NTT, guna mengatasi kendala ketersediaan bahan baku terstandardisasi.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Saat ini, pangsa pasar bambu Indonesia hanya 0,9%, jauh tertinggal dari China yang mendominasi 74,8%. Padahal, nilai pasar produk bambu dunia diproyeksikan tumbuh dari US$74 miliar pada 2024 menjadi US$118,3 miliar pada 2034.
Selain ekspor, Kemenperin mendorong pemanfaatan bambu untuk konstruksi domestik melalui teknologi Cement-Bamboo Frame Technology (CBFT) yang ringan dan berbasis bahan lokal. Program AKB 2026 diharapkan mencetak 'Master Bambu' yang mampu mengelola teknis pengawetan, laminasi, dan manajerial logistik secara berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 16.01
BPS Catat Impor Migas Naik 30 Persen pada Agustus 2026
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 08.02
Harga Patokan Ekspor Emas Turun, Berlaku hingga 14 Oktober 2026
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 15.41
SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta demi UMKM Naik Kelas
Berita terkait
Kemenperin Genjot Indonesia jadi Pusat Industri Pangan Global, Targetkan Ekspor Mamin USD 83,08 Mili
JawaPos · 20 September 2026 pukul 13.15
Tekstil Bukan Industri Senja, Pemerintah Siapkan Jurus Baru
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 17.05
Pemerintah dan DPR Sepakat Pertumbuhan Ekonomi 6% di APBN 2027
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 16.00
AS Bangun Rantai Pasok Baja Sendiri, dari Tambang Minnesota hingga Pabrik Iowa
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 13.00