Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Emas, Minyak, atau Forex: Pasar Mana yang Menarik Perhatian Trader Hari Ini?

Pasar keuangan 2026 dipengaruhi oleh risiko geopolitik, fluktuasi harga energi, ekspektasi suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata. IMF memperkirakan GDP global tumbuh 3% pada 2026, sementara negara pengimpor dan pengekspor energi, serta sektor teknologi, menghadapi kondisi pasar yang beragam. Di Asia-Pasifik, mata uang regional, kebijakan moneter, teknologi, dan pasar ekuitas menjadi pendorong utama aktivitas trading.

Perekonomian Jepang menunjukkan inflasi dasar yang akan naik menuju target 2% sesuai kebijakan Bank of Japan (BoJ). BoJ menyoroti nilai tukar mata uangan asing, harga minyak mentak, dan permintaan terkait AI sebagai faktor kunci. Di Tiongkok, GDP tumbuh 4,3% pada Q2 2026, turun dari 5% pada Q1, dengan pertumbuhan kumulatif tahunan diperkirakan 4,7%. Perubahan ini memengaruhi nilai tukar yuan dan permintaan komoditas.

Indeks saham regional di Jepang, Tiongkok, Hong Kong, dan pasar APAC mencerminkan ekspektasi pertumbuhan, ekspor, konsumsi, manufaktur, dan teknologi. IMF menyebutkan permintaan yang didorong AI mendukung rantai pasok teknologi. Emas dan minyak penting dalam dinamika APAC, dengan World Gold Council memperkirakan permintaan emas Asia bertambah di H2 2026. ETF emas di Asia mencatat arus masuk bersih 70 ton pada enam bulan pertama 2026. Forex mencerminkan perbedaan kebijakan moneter, indeks menyoroti tren pertumbuhan dan teknologi, sementara komoditas berkaitan dengan inflasi global dan geopolitik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait