Erupsi Anak Krakatau Dongkrak Sektor Kesehatan, IHSG Berpotensi Terdampak Sentimen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Erupsi Anak Krakatau menyebarkan abu vulkanik ke wilayah seperti Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, menimbulkan isu kesehatan masyarakat. Paparan abu ini berisiko menyebabkan gangguan saluran pernapasan (ISPA) dan iritasi, sekaligus meningkatkan permintaan alat kesehatan seperti masker, obat pernapasan, dan eye drops. Menurut David Kurniawan, equity analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), lonjakan permintaan ini berpotensi memberikan dorongan positif bagi emiten sektor kesehatan dalam jangka pendek.
Pekan lalu, IHSG ditutup di level 6.636 pada Jumat (4/9), naik sekitar 1,82 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh aliran dana asing sebesar Rp2.306 triliun di seluruh pasar dan Rp1.608 triliun di pasar reguler. Belanja asing terkonsentrasi pada bank besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI, yang masing-masing mencatat net foreign buy di atas Rp3,19 triliun di pasar reguler.
Di sisi global, kebijakan buyback US Treasury yang akan diperluas dari USD2 miliar menjadi minimal USD4 miliar per operasi mulai 9 September juga menjadi sentimen penggerak pasar. Kebijakan ini bertujuan menjaga likuiditas dan stabilitas pasar treasury di tengah tekanan yield jangka panjang.
Bagikan
Berita terkait
IHSG Naik Kencang, Asing Tinggalkan Saham Ini
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 08.00
IHSG Menguat ke 6.525 di Akhir Pekan, Dibantu oleh 319 Saham
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.39
IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan jika Bertahan di Atas 6.500
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 08.35
Penyebab IHSG Tancap Gas Naik 1% Pagi Ini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.35