IHSG Berpotensi Lanjutkan Kenaikan jika Bertahan di Atas 6.500
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (21/8/2026) jika mampu bertahan di atas level 6.500. Phintraco Sekuritas menilai level 6.500 menjadi area penting yang perlu dipertahankan agar peluang penguatan indeks tetap terbuka. Namun, investor perlu mewaspadai tekanan dari sentimen eksternal, terutama kenaikan imbal hasil US Treasury yang dapat memengaruhi aliran dana ke aset berisiko.
Pasar global memberikan sinyal campuran. Indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada Kamis (20/8/2026) akibat kembali meningkatnya yield US Treasury. Yield US Treasury 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin ke 4,704%, meningkatkan kekhawatiran biaya pinjaman perusahaan. Di sisi lain, harga minyak mentah ditutup kuat lebih dari 2%, sementara harga emas spot terkoreksi tipis 0,1% ke US$4.516 per troy ounce.
Domestik, Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah batas minimum harga saham pasar reguler dan tunai dari Rp50 ke Rp1 per saham. BEI juga berencana menghapus kriteria Papan Pemantauan Khusus dan menyesuaikan klasifikasi batasan auto rejection, yang berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan saham di pasar domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 11.55
IHSG Sepekan Naik 1,93%, Cek Saham yang Paling Boncos dan Cuan
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 06.44
IHSG Sepekan Naik 1,93 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 11.449 Triliun
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.47
IHSG Hari Ini 19 Agustus 2026: Dibuka Melemah ke 6.408
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.30
Mengekor Rupiah, IHSG Berotot ke 6.525 Akhiri Pekan Ini
Berita terkait
Short Selling Dibuka, IHSG Naik 0,16%
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.07
IHSG Kembali Ambruk, Ditutup Turun 0,43% ke Level 6.121
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 16.21
Jelang Penerapan Short Selling, IHSG Sesi 1 Melemah 0,21% ke 6.135
kumparan · 29 September 2026 pukul 12.18
IHSG Jeblok 2%, BEI Tepis Aturan Saham Rp1 Jadi Biang Kerok
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 10.52