ESDM: B50 Pangkas Impor Solar 310 Ribu Bph, Bisa Gaet Devisa Rp170 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM memproyeksikan implementasi biodiesel B50 dapat mengurangi impor solar hingga 310 ribu barel per hari (bph) pada 2026. Pengurangan ini didasarkan pada asumsi pemanfaatan biodiesel sebesar 18 juta kiloliter, yang setara dengan hampir separuh target lifting minyak nasional sebesar 610 ribu bph. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Secara ekonomi, kebijakan B50 diperkirakan mampu meningkatkan devisa negara hingga Rp170 triliun pada 2026. Hingga 7 September 2026, penyaluran biodiesel kumulatif mencapai 10,69 juta KL, dengan 3,4 juta KL berasal dari B50 sejak mulai diberlakukan 1 Juli 2026. Saat ini, sekitar 6.050 SPBU telah menyalurkan B50, sementara sisanya masih dalam masa transisi dari B40 yang akan berakhir pada 30 September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.18
B50 Sudah Menyebar ke 6.050 SPBU, Tinggal 362 Masih Transisi
Berita terkait
Rp 170 Triliun Tak Lagi Dipakai Impor Solar, B50 Dianggap Berhasil Menghemat Devisa Negara
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 09.30
Prabowo Ungkap Keberhasilan B50, Pakar: Devisa tak Terkuras oleh Impor BBM Lagi
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.24
BPK dan Kementerian ESDM Bahas Ketahanan Energi di Kaltara
VOI · 2 September 2026 pukul 23.10
B50 Tak Hapus Impor Solar, CN51 Masih Didatangkan 600 Ribu KL Tahun Ini
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 14.30