ESDM Sebut Kapasitas Terpasang EBT RI Terus Meningkat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas terpasang energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia mencapai 16,32 gigawatt (GW) per September 2026. Angka ini naik dari 12 GW pada 2021, dengan peningkatan bertahap melalui 13 GW, 13,7 GW, hingga 14,8 GW. Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa peningkatan ini mencerminkan investasi di sektor EBT yang terus berjalan, meski pertumbuhan investasinya masih dianggap belum optimal.
Saat ini, bauran EBT dalam sistem energi nasional hanya mencapai 17,3 persen pada semester I 2026, dengan target 30 persen pada 2034. Untuk mencapai target ini, pemerintah tengah mempercepat program dan memangkas hambatan regulasi agar investasi EBT lebih menarik. Salah satu fokus utama adalah energi surya, yang kontribusinya masih rendah di 0,51 persen, meski pemerintah telah merencanakan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 GWp. Tahap awal pembangunan PLTS sebesar 5,3 GW perlu segera direalisasikan.
Eniya menekankan bahwa berbagai program dan regulasi telah diluncurkan untuk mempermudah investasi di sektor EBT. Namun, implementasi yang efektif membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar target pengembangan EBT dapat tercapai sesuai rencana.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo: PLTS Terapung Saguling Masuk Program 100 GWp, Progres Capai 47 Persen
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.40
Arkora Hydro (ARKO) Caplok 99,9% Saham Endorshine
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.35
Pemerintah Buka Lelang PLTS 30 GW Tahap Awal
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
100 Tahun Uap Panas Bumi Masih Mengalir, Bisa Jadi Saingan Batu Bara
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.00