Freeport Pastikan Perencanaan Tambang Komprehensif dan Terstruktur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan bahwa seluruh target produksinya disusun melalui perencanaan jangka panjang yang komprehensif dan terstruktur, bukan ditetapkan sembarangan. Presiden Direktur Tony Wenas menyatakan proyeksi produksi hingga akhir 2026 dan target tahun depan mencapai 1,3 miliar pound tembaga serta 1 juta ounces emas. Seluruh angka tersebut berasal dari analisis teknis, pemodelan, dan rencana tambang (mine plan) yang disusun secara berurutan dan diperbarui setiap tiga bulan. Bahkan perencanaan hingga tahun 2041 sudah disiapkan.
Tony menjelaskan bahwa karakteristik tambang bawah tanah tidak memungkinkan produksi dipercepat secara instan untuk mengejar target lebih tinggi. Semua tahapan penambangan harus mengikuti urutan yang telah dirancang. Meski optimistis target dapat tercapai, PTFI menghadapi tantangan operasional berupa sisa lumpur yang membatasi akses di area bawah tanah dan kondisi bijih yang lebih basah dari perkiraan awal. Perusahaan sedang memodifikasi sejumlah titik pengambilan bijih (draw point) dan peralatan agar bijih basah dapat disalurkan ke kereta listrik tanpa awak secara lebih efektif dan efisien.
Bagikan
Berita terkait
Garap Proyek Tambang Baru, Freeport Bakal Kocek Rp 71,2 Triliun
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.30
Freeport Perkirakan Produksi Katoda Tembaga di 2026 Capai 400.000 Ton
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.20
IMERC 2026 Tekankan Kompetensi Rescuer, Freeport Jadi Juara Umum
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 19.30
Bos Freeport Blak-blakan Alasan Sudah Ajukan Perpanjangan IUPK
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 14.40