Freeport Pastikan Smelter Gresik Kembali Beroperasi September 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535753/original/041282100_1774109570-Presiden_Direktur_PT_Freeport_Indonesia__Tony_Wenas_saat_ditemui__Kamis__21_Maret_2026a.jpg)
Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas memastikan Smelter Manyar di Gresik, Jawa Timur, akan kembali beroperasi pada September 2026. Kepastian ini muncul setelah pasokan konsentrat tembaga dari tambang Freeport di Papua mulai pulih dan dikirim ke fasilitas pengolahan di Manyar. Tony menjelaskan bahwa konsentrat tembaga kini sudah mulai dikirim, namun volume pasokan masih dikumpulkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan operasional smelter.
Operasional Smelter Gresik sebelumnya terganggu akibat berkurangnya pasokan konsentrat dari tambang PT Freeport Indonesia, yang terjadi setelah insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua memengaruhi produksi. Meskipun smelter akan kembali beroperasi pada September 2026, Tony mengungkapkan bahwa kapasitas produksi belum langsung maksimal. Pada tahap awal, utilisasi fasilitas diperkirakan masih berada di bawah 30 persen.
Peningkatan kapasitas akan dilakukan secara bertahap hingga smelter dapat beroperasi penuh pada akhir 2027, seiring normalisasi pasokan konsentrat dan optimalisasi proses produksi. Tony menekankan bahwa proses pemulihan ini membutuhkan waktu untuk memastikan operasional dapat berjalan dengan stabil dan efisien.
Bagikan
Berita terkait
Freeport Perkirakan Produksi Katoda Tembaga di 2026 Capai 400.000 Ton
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.20
Garap Proyek Tambang Baru, Freeport Bakal Kocek Rp 71,2 Triliun
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.30
IMERC 2026 Tekankan Kompetensi Rescuer, Freeport Jadi Juara Umum
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 19.30
Smelter ke-2 Freeport di Gresik Akan Beroperasi Lagi di September 2026
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.05