FTSE Russell Pertahankan Peringkat Saham RI di Kelas Emerging Market
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

FTSE Russell mempertahankan peringkat pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market (pasar berkembang sekunder) dalam pengumuman klasifikasi pasar saham edisi Oktober 2026. Indonesia tidak dimasukkan ke dalam Watch List, menandakan tidak ada perubahan status yang akan datang dalam jangka pendek. Dalam laporan FTSE Equity Country Classification: Annual Announcement yang dirilis 6 Oktober 2026, FTSE Russell menyatakan akan terus memantau reformasi integritas pasar modal RI, khususnya efektivitas kebijakan yang diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar.
Beberapa reformasi yang sedang diperhatikan FTSE Russell meliputi peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan minimum free float, dan penguatan perangkat pengawasan pasar. Langkah-langkah ini ditujukan untuk mengatasi masalah transparansi dan replikasi data yang sebelumnya menjadi perhatian. FTSE Russell menekankan akan terus melibatkan pelaku pasar dalam proses penilaian dan mengumpulkan umpan balik terkait implementasi kebijakan.
FTSE Russell sebelumnya menunda perubahan indeks untuk Indonesia dalam peninjauan indeks pada Maret, Juni, dan September 2026. Pasar modal Indonesia tetap berada di kelompok Secondary Emerging bersama negara-negara seperti China, India, Filipina, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. FTSE menjadwalkan pembaruan terkait perlakuan saham RI pada peninjauan indeks Desember 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Oktober 2026 pukul 07.30
FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI di Emerging Market
Berita terkait
Masih Jauh dari Target, Baru 7 Perusahaan yang Melantai di Bursa
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 11.57
Indo Premier Bidik 6 IPO pada 2027, Mayoritas Skala Besar
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.10
Bursa Vietnam Naik Kelas, FTSE Buka Keran Dana Asing Rp100 Triliun
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.35
Indonesia Juara Satu, Ini 10 Negara Pencetak Orang Kaya Baru
Liputan6.com · 20 September 2026 pukul 22.02