FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI di Emerging Market
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lembaga penyedia indeks global FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia di kategori Secondary Emerging Market dalam pengumuman klasifikasi tahunannya, FTSE Equity Country Classification - September 2026 Annual Announcement. Status ini tidak berubah dan Indonesia tidak dimasukkan ke dalam Daftar Pantauan (Watch List) yang berpotensi mengalami reklasifikasi. Namun, FTSE akan terus memantau perkembangan pasar modal RI dan berinteraksi dengan pelaku pasar untuk penilaian berkelanjutan.
FTSE juga akan memantau implementasi reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO). Reformasi ini bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran investor terkait transparansi dan replikabilitas data di pasar modal RI. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi peningkatan pengungkapan informasi kepada pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan minimum free float, dan peningkatan alat pengawasan pasar.
FTSE Russell akan memberikan penilaian akhir terhadap pasar modal Indonesia pada peninjauan indeks Desember 2026, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi pasar dan umpan balik dari para pemangku kepentingan. Sebelumnya, FTSE juga pernah menunda beberapa peninjauan indeks untuk Indonesia pada Maret, Juni, dan September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 7 Oktober 2026 pukul 06.16
FTSE Russell Pertahankan Peringkat Saham RI di Kelas Emerging Market
Berita terkait
OJK: Kinerja dan Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 18.00
BEI Buka Suara soal FTSE Russell Tunda Penyesuaian Bobot Saham RI
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.21
Soal Keputusan FTSE Russell, Ini Respons BEI
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 17.49
FTSE Tahan Rebalancing Saham RI hingga Desember 2026
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 14.01