Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gaji Besar Bukan Lagi Satu-Satunya Alasan Gen Z Bertahan di Perusahaan

Gaji tidak lagi menjadi satu-satunya faktor utama bagi generasi Z untuk bertahan di sebuah perusahaan. Menurut survei PwC Global Workforce Hopes and Fears 2025, keamanan kerja dan kompensasi tetap penting, namun faktor-faktor seperti work-life balance, career growth, lingkungan kerja yang sehat, dan makna pekerjaan semakin menjadi pertimbangan utama. Di Indonesia, 49% pekerja merasakan tekanan finansial, sementara 41% mengalami kelelahan kerja, menunjukkan bahwa gaji saja tidak cukup untuk menjaga keterikatan karyawan.

Gen Z cenderung menilai apakah pekerjaan memberikan ruang untuk pengembangan diri, keluarga, dan kesehatan. Survei menunjukkan bahwa 64% pekerja non-manajer di Indonesia memiliki akses ke sumber daya pembelajaran, namun akses ini masih lebih tinggi pada level manajerial. Lingkungan kerja yang mendukung, seperti komunikasi terbuka, psychological safety, dan mobilitas karier yang jelas, juga menjadi faktor kunci dalam keputusan bertahan.

Perusahaan perlu menawarkan total employee experience yang baik, yang mencakup gaji yang adil, lingkungan kerja sehat, career growth, komunikasi terbuka, work-life balance, dan pekerjaan yang bermakna. Survei Deloitte 2026 menunjukkan bahwa tekanan finansial menjadi isu penting bagi Gen Z dan milenial, sehingga perusahaan harus memahami bahwa kebutuhan karyawan tidak bisa disederhanakan menjadi 'Gen Z tidak loyal'. Gaji membuat seseorang datang, tetapi budaya, pertumbuhan, keseimbangan, dan makna pekerjaan yang membuat seseorang memilih untuk bertahan.

Berita terkait