Ganti Metode Tanam Modern, Amran Sebut Petani Bisa Cuan Rp35 Juta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan penerapan metode tanam modern PM-AAS pada minimal 1 juta hektare lahan secara nasional pada 2027. Metode ini diklaim meningkatkan produktivitas hingga 5 ton per hektare dan menambah penghasilan petani sekitar Rp35 juta per hektare. Pemerintah akan memulai dengan subsidi benih untuk menarik partisipasi petani. Hasil uji coba selama dua tahun menunjukkan produktivitas dapat naik dari 5-5,5 ton per hektare menjadi 11-13 ton per hektare. PM-AAS telah diterapkan di 10-11 provinsi dan menggunakan teknologi seperti direct seeding, varietas unggul, pemupukan terukur, dan mekanisasi. Jika diterapkan pada 1 juta hektare, produksi beras dapat meningkat hingga 5 juta ton, atau 10 juta ton jika diperluas ke 2 juta hektare dengan nilai sekitar Rp65 triliun. Biaya produksi akan naik sekitar Rp2 juta per hektare, tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan pendapatan petani.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.10
Amran Punya Senjata Baru Naikkan Produksi Beras, Petani Bisa Kaya Raya
Berita terkait
Musda HKTI Sumbar, 19 DPC Siap Bergerak Perkuat Swasembada Pangan
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 19.08
Cegah Sawah Puso Efek El Nino, Amran Gencar Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.40
Genjot Produksi Gabah, Mentan Bakal Subsidi Benih Padi 1 Juta Ha pada 2027
kumparan · 2 September 2026 pukul 13.34
Pagu Anggaran Rp 28,02 Triliun pada 2027, Kementan Bidik Peningkatan Produksi Bawang Putih
JawaPos · 2 September 2026 pukul 09.15